SPAGHETTI
Spaghetti pada dasarnya adalah salah satu jenis pasta yang paling populer, berbentuk panjang, tipis, silindris, dan padat, yang namanya sendiri berasal dari kata Italia spaghetto, yang berarti "tali tipis" atau "benang."
Asal-Usul dan Sejarah
Kisah spaghetti dimulai jauh sebelum Italia modern terbentuk. Meskipun sering dikaitkan dengan Marco Polo yang membawa mie dari Tiongkok, catatan geologis yang lebih kuat justru menunjuk ke Sisilia pada sekitar Abad ke-5 Masehi. Pada masa itu, pasta kering diperkenalkan ke wilayah tersebut, kemungkinan melalui pengaruh pedagang dari Timur Tengah (pasta kering memungkinkan penyimpanan dan perjalanan jauh).
Namun, spaghetti benar-benar menemukan identitasnya di Napoli sekitar Abad ke-17 dan ke-18. Berkat inovasi mesin cetak pasta, produksi pasta kering menjadi massal. Hal ini mengubah pasta, yang dulunya hidangan mewah, menjadi makanan pokok sehari-hari bagi rakyat Napoli, yang bangga dijuluki "pemakan makaroni."
Titik balik terbesarnya terjadi pada awal Abad ke-19 ketika saus tomat diperkenalkan secara luas ke dapur Italia. Kombinasi spaghetti yang panjang dan saus tomat yang kaya rasa menciptakan hidangan klasik yang mendunia, mengubah cara orang Italia dan dunia makan pasta selamanya.
Tradisi dan Filosofi Al Dente
Di Italia, makan spaghetti tidak hanya tentang mengisi perut, tetapi tentang tradisi dan etika. Filosofi terpenting adalah memasak pasta hingga mencapai tingkat "Al Dente," yang berarti "ke gigi." Ini adalah kondisi di mana pasta matang, tetapi masih memiliki sedikit kekenyalan saat digigit. Ini dianggap tekstur yang sempurna.
Selain itu, spaghetti tidak boleh dipatahkan sebelum dimasak, karena harus tetap utuh agar dapat digulung dengan elegan menggunakan garpu (terkadang dibantu sendok) saat dimakan. Memotongnya dengan pisau dianggap tidak sopan karena merusak pengalaman makan yang utuh.
Perkembangan Modern dan Adaptasi Global
Seiring waktu, ukuran spaghetti yang dulunya sangat panjang disingkat menjadi sekitar 25-30 cm seperti yang kita temukan di kemasan hari ini, terutama setelah menyebar ke Amerika Serikat. Secara global, spaghetti menjadi sangat adaptif. Di banyak negara, termasuk Indonesia, ia diolah dengan cita rasa lokal, seperti dicampur dengan bumbu pedas khas atau bahkan digoreng.
Variasi Hidangan Spaghetti Paling Populer
Meskipun spaghetti adalah jenis pasta, nama "Spaghetti" sering digunakan untuk merujuk pada hidangan utuhnya:
- Spaghetti Bolognese: Ini adalah hidangan pasta paling populer di dunia. Meskipun aslinya Ragu alla Bolognese berasal dari Bologna dan biasanya disajikan dengan pasta yang lebih lebar, ia menjadi pasangan yang tak terpisahkan dengan spaghetti. Sausnya berbasis daging cincang, dimasak perlahan dengan tomat, dan sayuran seperti wortel dan seledri.
- Spaghetti Carbonara: Klasik dari Roma. Hidangan ini unik karena saus creamy-nya dibuat tanpa krim sama sekali. Sebaliknya, kekentalan didapat dari emulsi yang dihasilkan saat kuning telur, keju Pecorino Romano, dan lada hitam dicampur dengan pasta panas, yang kemudian diisi dengan potongan daging asin yang dimasak.
- Spaghetti Aglio e Olio: Ini adalah hidangan yang paling sederhana dan tercepat. Namanya berarti "Bawang Putih dan Minyak." Bawang putih ditumis dalam minyak zaitun hingga harum, lalu dicampur dengan chilli flakes dan peterseli, menghasilkan rasa yang minimalis namun kaya aroma.
- Spaghetti alle Vongole: Merupakan favorit di Napoli. Hidangan seafood yang ringan ini menggabungkan spaghetti dengan kerang (vongole), bawang putih, minyak zaitun, dan sedikit anggur putih, menampilkan rasa laut yang segar.
- Spaghetti Puttanesca: Sering dijuluki saus "pedas dan berani," terbuat dari saus tomat yang diperkaya dengan rasa kuat dari ikan anchovy (teri), caper, zaitun hitam, dan cabai merah.








Komentar