HIDUP ALA ZAMAN PURBA, SUKU SENTINEL
Suku Sentinelese dan Pulau North Sentinel
Suku ini memang sangat terkenal karena mereka adalah salah satu masyarakat terakhir di dunia yang menolak segala bentuk kontak dengan peradaban modern. Pulau mereka, North Sentinel, secara geografis masuk dalam wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar, yang merupakan bagian dari India.
Suku Sentinelese adalah masyarakat pemburu-pengumpul yang diperkirakan telah hidup di Pulau North Sentinel selama puluhan ribu tahun. Mereka adalah salah satu dari sedikit kelompok di dunia yang tidak pernah membangun kontak berkelanjutan dengan peradaban luar.
Jumlah Populasi: Jumlah pasti mereka tidak diketahui. Perkiraan bervariasi antara 50 hingga 150 orang, berdasarkan pengamatan dari kejauhan dan perhitungan jejak-jejak yang ditinggalkan. Populasi mereka diperkirakan stabil karena kemampuan mereka beradaptasi dengan lingkungan pulau.
Gaya Hidup: Mereka hidup dari berburu hewan liar yang ada di pulau (seperti babi hutan), menangkap ikan, kura-kura, kepiting, dan mengumpulkan tumbuhan liar serta madu. Mereka menggunakan alat-alat sederhana yang terbuat dari logam sisa kapal karam, batu, dan tulang.
Bahasa: Bahasa mereka tidak diketahui dan tidak memiliki kemiripan dengan bahasa suku-suku lain di Kepulauan Andaman. Ini menunjukkan isolasi mereka yang sangat panjang.
Berikut beberapa poin penting mengenai Suku Sentinelese:
Isolasi Total
Agresif terhadap Pendatang
Alasan Penolakan
Perlindungan dari Penyakit: Ini adalah alasan utama dan paling vital. Kekebalan tubuh mereka belum terpapar pada virus dan bakteri umum di dunia luar (misalnya flu, campak, bahkan flu ringan yang Anda alami saat ini). Kontak sesaat saja dengan orang luar bisa memicu wabah yang sangat mematikan bagi seluruh populasi mereka. Ini pernah terjadi pada suku-suku terisolasi lain yang punah karena penyakit dari pendatang.
Pengalaman Buruk di Masa Lalu: Meskipun kontak mereka sangat minim, sejarah mencatat beberapa upaya kontak yang berakhir tragis. Pada abad ke-19, Inggris pernah menculik beberapa anggota suku (dua orang dewasa dan empat anak-anak) untuk dipelajari, namun mereka jatuh sakit dan dua orang dewasa meninggal. Anak-anak yang tersisa kemudian dikembalikan ke pulau. Pengalaman traumatis ini kemungkinan besar memperkuat penolakan mereka.
Mempertahankan Budaya: Mereka memilih untuk mempertahankan cara hidup tradisional mereka, nilai-nilai, dan struktur sosial tanpa intervensi eksternal yang dapat merusak atau mengubah budaya mereka secara drastis.
Dilindungi Hukum
Sepanjang sejarah, ada beberapa upaya kontak, baik disengaja maupun tidak:
Masa Kolonial: Pada akhir abad ke-19, petugas Angkatan Laut Inggris, Maurice Vidal Portman, mencoba melakukan ekspedisi ke pulau tersebut dan menculik beberapa anggota suku seperti yang disebutkan di atas.
Pasca-Kemerdekaan India: Pemerintah India melalui Departemen Urusan Kesukuan mencoba melakukan kontak "hadiah" (meninggalkan hadiah seperti kelapa atau alat logam di pantai dan mundur). Meskipun ada beberapa kali mereka mengambil hadiah, mereka selalu tetap mempertahankan jarak dan sikap waspada.
Larangan Kontak: Setelah serangkaian insiden, termasuk tewasnya dua nelayan ilegal pada 2006 dan seorang misionaris Amerika pada 2018 yang nekat mendarat di pulau, pemerintah India kini menerapkan kebijakan non-intervensi dan non-kontak yang sangat ketat. Zona larangan sejauh 5 mil laut (sekitar 9,2 km) diberlakukan di sekitar pulau. Siapa pun yang melanggar dan mendekati pulau dapat dikenakan sanksi hukum.
Tujuan Kebijakan: Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi Suku Sentinelese agar dapat terus hidup sesuai cara mereka sendiri tanpa campur tangan dan risiko dari dunia luar. Ini dianggap sebagai cara paling etis dan aman untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.



Komentar