GERHANA MATAHARI


 Matahari yang sedang bersinar terang pada siang hari tiba - tiba cahayanya menjadi pudar dan menjadi gelap, inilah yang disebut dengan fenomena "gerhana matahari".

Apa itu gerhana matahari?

Gerhana matahari adalah fenomena yang terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi. Walaupun bulan berukuran sekitar 400 kali lebih kecil daripada matahari, bulan terletak sekitar 400 kali lebih dekat ke bumi sehingga kedua benda langit ini tampak hampir sama besar di langit bumi. Karena orbit bulan berbentuk elips, jaraknya dari bumi sedikit berubah-ubah sehingga kadang tampak lebih besar dan mampu menutupi matahari (menyebabkan gerhana total) atau kadang lebih kecil dan hanya dapat menyebabkan gerhana matahari cincin.

Gerhana adalah fenomena alam, tetapi dalam sejarahnya sering dianggap sebagai pertanda atau firasat, dan dapat memicu rasa takut karena matahari tampak hilang dan langit menjadi gelap secara tiba-tiba. Karena tempat dan waktu gerhana matahari masa lalu dapat diketahui melalui perhitungan astronomi, catatan sejarah mengenai gerhana (misal Gerhana Matahari Asyur) memungkinkan sejarawan mengetahui dengan pasti tanggal sebagian peristiwa masa lalu dan memperkirakan tanggal atau tahun peristiwa-peristiwa terkait. Perubahan posisi rasi bintang saat terjadi saat gerhana matahari Mei 1919 digunakan sebagai salah satu bukti teori relativitas umum Albert Einstein.

Mengamati gerhana matahari secara langsung dapat membahayakan mata, karena di luar fase gerhana total radiasi dari matahari akan langsung memancar ke retina dan mengakibatkan kerusakan permanen. Untuk mengamati gerhana matahari dengan aman, digunakan filter tertentu untuk melindungi mata, atau mengamatinya secara tidak langsung, misalnya dengan memproyeksikannya ke sebuah layar kertas menggunakan kamera lubang jarum, teropong, atau teleskop kecil.

Ada empat jenis gerhana matahari, yaitu:

  • Gerhana matahari total, yaitu ketika bulan menutupi seluruh matahari sehingga korona (yang menyelubungi matahari dan biasanya jauh lebih redup daripada matahari) menjadi terlihat. Pada peristiwa gerhana total, gerhana total hanya tampak di sebuah "jalur" kecil di permukaan bumi.[1]
  • Gerhana matahari cincin, yaitu ketika bulan berada tepat di tengah-tengah matahari dan bumi, tetapi ukuran tampaknya lebih kecil dibandingkan dengan ukuran tampak matahari. Alhasil, pinggiran matahari terlihat sebagai cincin yang sangat terang dan mengelilingi bulan yang tampak sebagai bundaran gelap.[2]
  • Gerhana matahari campuran atau hibrida antara gerhana total dan gerhana cincin. Di sebagian permukaan bumi terlihat gerhana total, sedangan di titik lain terlihat gerhana cincin. Gerhana campuran seperti ini cukup langka.[2]
  • Gerhana matahari sebagian terjadi ketika bulan berada tidak tepat di tengah-tengah garis antara matahari dan bumi, sehingga hanya menutupi sebagian matahari. Fenomena ini biasanya terlihat di banyak titik di luar jalur gerhana total atau cincin. Kadang, yang terlihat di bumi hanyalah gerhana sebagian karena umbra (bayangan yang menyebabkan gerhana total) tidak berpotongan dengan bumi dan hanya melewati daerah di atas kawasan kutub.[2] Gerhana sebagian biasanya tidak begitu mempengaruhi terangnya sinar matahari. Kegelapan baru dapat dirasakan ketika lebih dari 90% matahari tertutup bulan, dan bahkan gerhana sebagian yang mencapai 99% tidak lebih gelap dibanding keadaan senja atau fajar.

Beberapa gerhana matahari sempat menjadi terkenal pada masa lalu, berikut beberapa diantaranya:

1. Gerhana Ugarit

7 Peristiwa Gerhana Matahari Paling Populer di Dunia Sepanjang Sejarah
wikimedia.org

Gerhana Ugarit adalah salah satu gerhana matahari paling awal yang pernah dicatat dalam sejarah. Nama ‘Ugarit’ diambil karena gerhana ini terjadi di kota kuno Ugarit yang sekarang merupakan Siria. Masyarakat sekitar mengatakan bahwa saat itu Matahari “dipermalukan” selama dua menit tujuh detik karena tertutup Bulan.

Saking tuanya peristiwa ini, para ahli sampai memperdebatkan kapan ia terjadi. Terdapat dua pendapat mengenainya. Golongan pertama percaya bahwa gerhana Ugarit terjadi pada 3 Mei 1375 SM. Sedangkan yang lainnya percaya bahwa ia terjadi pada 5 Maret.

2. Gerhana Assyrian, 763 SM

7 Peristiwa Gerhana Matahari Paling Populer di Dunia Sepanjang Sejaraheast-online.com

Sebagian orang menyebut peristiwa ini sebagai gerhana Assyrian. Namun ada pula yang menyebutnya sebagai gerhana Babylonia. Sebab kedua kerajaan tersebut berdekatan, sama-sama berada di daerah Mesopotamia (sekarang merupakan Irak, Kuwait, Turki, dan Siria).

Menurut laman Explore the Archive, peristiwa ini spesial karena ini merupakan pertama kalinya masyarakat mengembangkan alat untuk memprediksi gerhana matahari dan bulan. Di sisi lain, peristiwa ini memunculkan mitos yang mengatakan bahwa gerhana merupakan pertanda kematian raja. Jadi setiap terjadi gerhana, masyarakat Babylonia akan menyiapkan tumbal sebagai ganti sang raja.

3. Gerhana yang terjadi saat penyaliban Jesus

7 Peristiwa Gerhana Matahari Paling Populer di Dunia Sepanjang Sejarah

swncdn.com

Dilansir Live Science, menurut kepercayaan umat Kristen, peristiwa penyaliban Jesus diikuti dengan gerhana matahari total. Langit pun menjadi gelap pada saat itu. Selanjutnya, para ilmuwan pun menggunakan patokan tersebut untuk mengidentifikasi gerhana matahari. 

Lagi-lagi, terdapat dua pendapat mengenai waktu terjadinya peristiwa ini. Sebagian menyatakan bahwa gerhana penyaliban berlangsung pada tahun 29 M selama satu menit 59 detik. Sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa ia terjadi pada 33 M dan berlangsung selama empat menit enam detik.

4. Gerhana di Amerika Serikat pada 1919

7 Peristiwa Gerhana Matahari Paling Populer di Dunia Sepanjang Sejarah
wikimedia.org

Serupa dengan yang terjadi di India, gerhana di Amerika Serikat pada tahun 1919 juga penting bagi dunia sains. Menurut laman Wired, pada saat itu peneliti mencoba membuktikan teori relativitas general milik Einstein. 

Ilmuwan terkenal itu mengemukakan bahwa cahaya tidak bergerak pada garis yang lurus sempurna. Ia akan terbiaskan sehingga menjadi sedikit membengkok. Ternyata teori itu berhasil dibuktikan melalui gerhana 1919. Selama enam menit 51 detik, para peneliti berhasil mengukur tingkat pembelokan cahaya. 

Kabar baiknya, BMKG merilis informasi bahwa akan ada fenomena gerhana matahari yang terjadi dan dapat terlihat di Indonesia. Inilah jadwalnya

1. Gerhana Matahari Hibrid (GMH) 20 April 2023 yang dapat diamati dari Indonesia,
2. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 5-6 Mei 2023 yang dapat diamati dari Indonesia,
3. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 14 Oktober 2023 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, dan
4. Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 29 Oktober 2023 yang dapat diamati dari Indonesia.

Jadi sudah siap melihat gerhana matahari yang akan datang. Cuss dah, buruan...

Oke, sampai disini dulu ya ulasan tentang gerhana matahari

Komentar

Postingan Populer